Saya memang bukan seorang musisi.Tapi saya dilahirkan di tengah keluarga yang memiliki musikalitas yang bagus.
Bapak saya bisa main piano, ibu saya memiliki suara indah. Dan kedua kakak saya yang multi-talent. Dan hal ini membuat saya bangga.
Saya memang bukan seorang musisi.Tapi saya mengetahui dengan baik apa yang dimaksud dengan musik.
musik itu ibarat detak jantungmu, yang dapat menimbulkan kekacauan dalam kehidupan bila detak musik tak beraturan,
Dan tidak ada kehidupan bila musik itu mati. Tak bernyawa.
Saya memang bukan seorang musisi.Tapi saya tahu betul musik-musik seperti apa yang nyaman di telinga saya.
Yang bisa memberi warna dalam hidup saya, entah itu berupa kesedihan atau kebahagiaan.
Dan saya benar-benar tahu musik seperti apa yang bisa membuat saya tidak bisa tidur karena ketidaksinergian antara suasana hati dengan musik yang saya dengarkan.
Saya memang bukan seorang musisi.Tapi saya bersyukur saya diberi sebuah anugrah yang luarbiasa berupa pita suara yang mampu membuat alunan nada yang saya keluarkan dari mulut saya menjadi indah didengar.
Bukan sura bagus yang saya banggakan. Melainkan kemampuan saya dalam bernyanyi sesuai not atau bahasa halusnya, tidak fals.
Saya memang bukan seorang musisi.Tapi saya bersyukur karena Tuhan memberikan talenta yang indah buat saya, yaitu memainkan gitar. Paling tidak saya bisa membunyikan kunci-kunci nada dengan baik, dengan penuh perasaan. Tidak asal bunyi. Terlebih-lebih, saya bisa merangkai nada sehingga menjadi sebuah alunan musik ciptaan saya sendiri
Saya memang bukan seorang musisi.Tapi saya sangat tertarik dengan musisi-musisi yang go ahead, artinya selalu punya ide kreatif dalam bermusik, yang selalu mempertahankan kualitas musiknya, punya ciri khas dalam musiknya, dan tidak pernah mengekor musisi-musisi lain.
Saya memang bukan seorang musisi.Saya pun tidak mau menjadi musisi.
Namun saya cukup memberikan respon terhadap perkembangan musik jaman sekarang. Khususnya di negara saya sendiri.
Saat ini sedang booming band-band indie / musisi-musisi lain bermunculan
Band-band baru bermunculan, yang rata-rata memiliki kualitas yang sama dalam bermusik. Bahasa halusnya : suka mengekor.
Ada juga yang menjadi plagiat karya musisi lain, itu juga lebih menyakitkan.
Tidak peduli darimana mereka datang, bagaimana usaha mereka supaya jadi terkenal, toh pasti ujung-ujungnya rehat. Tidak produktif dalam berkarya, kemudian BUBAR.
Saya lebih salut dengan musisi yang tidak setengah-setengah dalam melantunkan karyanya.
Yang benar-benar menjadikan musik sebagai jiwa mereka.
Adakah diantara band-band pendatang yang memiliki jiwa seperti itu?
Saya menunggu karya-karya kalian yang berkualitas.