Kamis, 26 November 2009

mr.chef, come to me..

Ini permintaan maaf yang paling indah yang pernah dia berikan pada saya.
hehe.
Begini awalnya..

Saya dan dia sedang dalam taraf saling diam dan penuh emosi. Tapi tak lama kemudian saya benar-benar ingin mendinginkan kepala, berharap setiap masalah yang kami punya dapat diselesaikan dengan baik saat itu juga.
Saya berusaha untuk membuatnya tertawa dengan guyonan-guyonan saya yang almost tidak ada yang penting.
But I won. Dia menorehkan senyum diwajahnya, sebelum akhirnya dia tertawa..

^^,

....


Tak lama setelah kami bersenda gurau, kami merasa lapar tapi tak ada makanan yang tersaji di dapur saya. Dan akhirnya, dia berkata bahwa dia ingin membuat spaghetii. Untuk saya.
Kamipun berangkat untuk membeli bahan-bahannya di indomaret terdekat. Dia memang ahli dalam memasak. Sampai-sampai saya merasa tersaingi.


Memasak pun dimulai.
Dan saya hanya terdiam terpaku melihatnya cekatan dalam memasak..





thanks hunny..

Rabu, 18 November 2009

Documentation

..


















Dari atas ke bawah :
1. Couple on the spot! (ki-ka : Che, mas Dimas, mbak Rintan, mas Ade)
2. Rame-rame sebelum masuk bandara
3. Greeting for president (di Samarinda)
4. Bareng PS Dewasa di GBI Keluarga Imamat Rajani
5. Ini Hotel Atlit. Bukan Tunjungan Plaza.
6. Welcome to Pulau Kumala (bhuuu..)
7. Lima gadis cantik berpose di depan museum Kutai Kartanegara
8. di Bandara Sepinggan

Pesparawi Nasional IX di Samarinda – 14 November 09

Sebentar lagi, perasaan kangen Surabaya, kangen rumah, kangen teman, kangen pacar akan terobati. Karena hari ini kami pulang. Kami sudah mulai packing setelah kami ibadah pagi dan sarapan. Kami berangkat menuju Balikpapan sekitar pukul 12.00 WITA. Dan pesawat Mandala flight menuju Surabaya pukul 17.45. Tapi setelah pulang dari sini akan banyak kenangan-kenangan yang tidak terlupakan, salah satunya adalah kenangan bersama teman-teman PS Remaja Jawa Timur. Mereka adalah teman-teman yang baru saja saya kenal beberapa bulan yang lau, sekarang harus berpisah dalam waktu yang tidak terhitung. Jujur, saya benci keadaan seperti ini..
Untuk menutupi rasa sedih karena akan berpisah, kami menyempatkan diri untuk berfoto sebanyak mungkin, agar semakin banyak kenangan. Tak lupa juga kami saling bertukar nomor telepon, email, supaya tetap bisa berkomunikasi.

...

Penerbangan dimulai. Perjalanan pun memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit. Setelah sampai Bandara Juanda, saya sudah dijemput oleh kakak saya, Boby. Saya berjalan menuju parkiran sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Saya sadar. Itulah terakhir kalinya saya akan bertemu dengan mereka. Itulah lambaian tangan terakir mereka untuk saya.
Saya capek. Benar-benar capek.
Sampai dirumah, saya segera mandi dan istirahat. Memulihkan pikiran dan tubuh, sambil berdoa pada Tuhan semoga saya bermimpi tentang teman-teman PS Jawa Timur.. Sleep tight..

Pesparawi Nasional IX di Samarinda – 13 November 09

Free day.
Hari yang kami tunggu-tunggu selama sepekan ini. Hari dimana kami bebas dari keterikatan jadwal latihan-latihan. Hari dimana kami bebas bangun tidur jam berapa saja. Dan hari dimana kami akan refreshing dan berjalan-jalan. Cihhuuuy..!
Tapi sayangnya ada beberapa teman kami yang harus pulang ke Surabaya siang ini. Termasuk Kak Lia juga. Jadi Kak Lia tidak bisa ikut berjalan-jalan dengan kami. Tak terasa hari itulah hari terakhir kami bertemu dengan pelatih yang supel, humoris, dan friendly seperti dia.
Setelah sarapan pagi, PS Remaja Jawa Timur, beberapa PS Anak Jawa Timur, beserta masing-masing official berangkat berwisata. Kami memulai wisata kami ke Pulau Kumala, di kota Tenggarong, sekitar 1 jam dari Samarinda. Satu hal yang menarik, kami akan berwisata seharian dengan menaiki angkot alias bemo. Seru juga..

Pulau Kumala adalah sebuah pulau yang letaknya berada di tengah-tengah Sungai Mahakam yang luas itu. Sungguh salah satu pemandangan yang unik. Didalamnya terdapat beraneka wahana permainan dan taman-taman indah yang sayang untuk dilewatkan. Untuk sampai ke Pulau Kumala kami menggunakan jasa perahu boat yang dikenakan biaya 2000 per orang. Tapi kami merasa kecewa setelah sampai di Pulau itu. Tidak ada satupun orang disana. Dengan kata lain, Kawasan wisata tersebut masih tutup. Baru buka pada siang hari. Karena kami tidak bisa berlama-lama menunggu, akhirnya kami memutuskan untuk kembali menyebrang ke kota Tenggarong. Awal perjalanan yang buruk.
Setelah Pulau Kumala, kami diajak untuk mengunjungi museum Kutai Kartanegara yang letaknya tidak jauh dari Pulau Kumala. Museum ini berisi benda-benda peninggalan kerajaan – kerajaan tua di daerah tersebut. Cukup menarik.
Perjalanan berikutnya menuju museum Kayu yang letaknya berada di tepian hutan. Kata penduduk setempat didalam museum tersebut terdapat berbagai jenis buaya yang diawetkan. Tapi sekali lagi kami belum beruntung karena museum tersebut tutup. Mungkin karena hari ini hari Jumat. Pegawai masih melaksanakan sholat Jumat.
Untuk mengobati rasa kecewa dan rasa lapar kami, kami berangkat menuju sebuah rumah makan yang ada di tepi jalan raya. Tersedia beberapa menu seafood yang wajib saya cicipi. Diantaranya sambal goreng ebi, sate kerang, ikan bakar, dan masih banyak lagi. Rasanya pun sangat cocok untuk perut lapar. ^^,
Setelah kenyang, kami lanjutkan wisata kami ke sebuah perkampungan suku dayak, di daerah Pampang. Disana kami melihat budaya-budaya suku Dayak yang unik dan beragam souvenir handmade tersedia disana. Tapi kami tidak boleh menjepret foto sembarangan disana,. Setiap satu kali jepretan foto dengan orang Dayak, dikenakan biaya sebesar Rp 10.000,-. Untuk berpose dengan menggunakan baju adat asli Dayak, dikenakan biaya Rp 25.000,-. Yah, apalah arti uang sebanyak itu untuk sebuah pengalaman yang belum tentu terjadi untuk yang kedua kalinya.
Setelah puas bercengkrama dengan suku Dayak dan membeli bermacam-macam souvenir, Kami kembali ke Samarinda. Kami dibawa ke tempat yang kami tunggu-tunggu sejak tadi, yaitu ke pasar Niaga. Pusat souvenir dan oleh-oleh.
Perburuan pun dimulai. Masing-masing kami mulai sibuk mencari oleh-oleh untuk kerabat di Surabaya. Saya juga sibuk menawar harga. Lumayan susah juga. Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 17.30 WITA dan kami harus segera kembali ke Hotel untuk mengikuti upacara penutupan Pesparawi Nasional IX. Saya sudah berhasil memborong 2 buah kaos bertuliskan KALTIM (untuk saya dan beloved boyfriend), 3 buah gelang dari batu warna-warni untuk Ibu, beberapa sack Amplang dan Kuku Macan untuk cemilan dirumah dan untuk CAMER (hehe) , dan banyak sekali gantungan kunci untuk teman – teman kampus.
Perjalanan pulang menuju hotel sempat membuat saya tertidur walaupun sebentar. Hari ini sudah cukup membuat saya dan teman-teman lelah. Tapi kami mendapat cukup banyak pengalaman indah disini. Sesampainya di Hotel, tidak ada waktu untuk beristirahat. Hanya ada waktu untuk makan malam dan mandi, setelah itu kami harus segera meluncur ke gedung lomba untuk mengikuti upacara penutupan sekaligus pengumuman lomba.


Saat – saat yang mendebarkan..
Kami benar-benar sudah mempersiapkan mata, hati, dan telinga untuk mendengarkan pengumuman ini, dengan memanjatkan doa pengharapan kepada Tuhan. Saya tahu, hampir semua kontingen pasti melakukan hal yang sama dengan yang saya lakukan.
Dan akhirnya kami mendengarnya, kami sungguh-sungguh memastikan bahwa kami tidak salah dengar.
Inilah hasil yang diperoleh kontingen Jawa Timur
Solo Remaja Putra : Perak
Solo Remaja Putri : Emas (juara III)
Paduan Suara Anak : Emas (juara III)
Paduan Suara Remaja : Perak
Paduan Suara Dewasa : Emas (juara III)
Paduan Suara Etnik : Perak

Yah, kami tetap bersyukur. Setidaknya Jawa Timur masih punya tempat di podium untuk menerima 3 buah emas, walaupun itu bukan dari PS Remaja. =’(
Dan yang menjadi juara umum adalah... Sulawesi Utara.

Kalian tahu apa yang saya pikirkan? Andai saya bisa memutar waktu, saya akan lakukan apapun agar 7 bulan latihan yang saya jalani tidak sia-sia, agar 7 bulan latihan itu membuahkan hasil. Better than silver. I mean, GOLD.
Tapi kami bisa belajar banyak sepulang dari sini. Wawasan kami juga semakin luas. Kami pun semakin mengerti kunci kesuksesan itu berawal dari kerja keras yang luar biasa. Dan jangan cepat puas akan hasil yang kita dapat. Saya semakin sadar bahwa kata-kata Kak Lia benar-benar membuat kami menyesal saat ini. Betapa tulinya kami setiap Kak Lia mengajak kami untuk lebih maju, tapi kami tidak menghiraukan.
Hm. Tidak boleh ada penyesalan! Justru kita harus brsyukur karena boleh mendapatkan banyak pengalaman yang luar biasa. Yang penting kita sudah berusaha untuk beri yang terbaik buat Tuhan & sudah mempersembahkan talenta yang Tuhan beri buat kita.
Tetap serukan jargon kita : pasti JATIM!

Pesparawi Nasional IX di Samarinda – 12 November 09

Hari yang dinantikan sudah tiba. Kami masih terus berusaha dan berlatih pagi ini. Kami masih punya waktu banyak untuk berlatih sebab kami berada pada no.urut tampil 22, jadi kami akan perform sekitar pukul 19.00 WITA.
Saya sadar bahwa semakin hari saya dan teman-teman semakin mengerti apa itu kebersamaan. Kami semakin dekat satu sama lain. Saling bertukar pikiran dalam merangkai gerakan koreografi, dan saling menyemangati. Itulah yang membuat saya tidak merasa asing dan sendiri lagi saat berada di tengah-tengah mereka.
Pukul 16.00 WITA kami sudah siap untuk berdandan, karena kostum yang kami pakai tergolong ribet, jadi membutuhkan persiapan yang cukup matang. Yang perempuan menggunakan kebaya biru dengan sewek biru juga, rambut dicepol dan diberi hiasan rambut berbentuk bunga berwarna biru. Dan sedikit warna pink pada sabuk kami. Yang laki-laki menggunakan atasan dan bawahan bewarna biru dengan tambahan batik melingkar di pinggangnya, dan mereka memakai udeng.
Kami terlihat indah dan santai memakai kostum ini.
Kami akan menyanyikan lagu dolanan dari Banyuwangi yang berjudul Uyek – Uyek Ranti. Koreografi kami pun cukup membuat banyak orang tertawa karena kami membuat gerakan-gerakan tari seputar permainan-permainan anak-anak dari Jawa Timur.
Kami senang jika penonton terhibur. ^^,

Pesparawi Nasional IX di Samarinda – 11 November 09

Kami masih punya 1 tanggung jawab lagi. Yaitu panggung etnik. Kebetulan dari Jawa Timur yang mewakili adalah PS Remaja nya.Oleh karena itu semalam saya berusaha untuk tidak tidur larut malam walaupun lomba inti sudah selesai.
Pagi ini setelah ibadah pagi, kami hendak berlatih di gedung gereja GPPS Samarinda. Rencananya kami akan full latihan koreografi. Tapi tahukah apa yang terjadi setelah kami sampai di GPPS?

Kak Lia marah besar.
Awalnya kami tidak tahu apa yang menyebabkan Kak Lia, pelatih kami, gondok sehingga tidak memulai latihan. Tapi begitu ada satu orang yang berusaha meminta maaf atas kesalahannya, barulah kemarahan Kak Lia meledak. Ternyata perilaku sebagian anggota PS Remaja semalam yang membuat Kak Lia marah. Mereka belum tidur sampai larut pagi. Sekitar pukul 4.00 mereka masih berkeliaran di dalam hotel, seolah-olah tugas dan tanggung jawab sudah selesai. Dan tadi pagi ada yang tidak mengikuti ibadah pagi. Itu juga menjadi alasan kemarahan Kak Lia.
Tapi suasana semakin mencair setelah kami saling mengakui kesalahan dan saling meminta maaf, terutama pada Kak Lia. Kami sadar betapa pentingnya istirahat itu mengingat jadwal latihan yang semakin padat. Dan kami berjanji tidak mengulangi kebodohan yang sama.

In other place, PS Dewasa jawa Timur berlomba siang ini. Kami memang tidak bisa datang untuk mendukung karena kami masih berkonsentrasi untuk penampilan besok. Tapi kami tetap mendoakan performance mereka. Kami tahu mereka punya nilai lebih dibandingkan dengan kontingen-kontingen lainnya.

Pesparawi Nasional IX di Samarinda – 10 November 09

Pagi-pagi benar saya sudah bangun. Lebih pagi dari hari-hari sebelumnya. Saya datang pada Tuhan dalam doa. Mohon penyertaan Tuhan saat PS Remaja tampil. Yah, today is our day. Waktunya kategori Remaja berkompetisi. Jam 5.00 WITA kami sudah disuruh berkumpul untuk make-up karena jam 9.00 kami harus sudah siap karena kamimendapat nomor tampil 9.
Sebelum ke kamar 231 untuk berdandan, saya bersaat teduh terlebih dahulu. Pagi ini SaTe saya tentang kerendahan hati. Dan saya mau mempraktekkannya saat PS Remaja tampil nanti. Tetap rendah hati dan tidak sombong, tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri, melainkan harus bersandar pada Tuhan.

Kami tampil setelah Sulawesi Utara.
Kalian tahu? Kontingen yang menjadi rival terberat bagi kami (dan mungkin bagi provinsi lainnya) adalah Sulawesi Utara –Manado. Entah kenapa kami merasa kagum setiap melihat atau mendengar mereka berlatih. Sound’s awesome! Mereka juga membawakan lagu pilihan terikat yang sama dengan kami. Yaitu Jubilate Deo. Dan hanya 2 kontingen yang memilih lagu pilihan terikat tersebut. Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Tapi kami tetap percaya diri bagaimanapun rival kami dan walaupun mereka berada di no.urut 8. Tepat sebelum PS Remaja Jawa Timur.

Kami bernyanyi untuk Tuhan. Kami sudah semaksimal mungkin berusaha. Kami tak tahu bagaimana hasilnya. kami ingin berikan yang terbaik untuk Jawa timur dan untuk Tuhan.
Semoga hasilnya pun memuaskan. Amin..^^,

Pesparawi Nasional IX di Samarinda - 9 November 09

Hari Senin. And tomorrow is our show time! Saya merasa belum siap menghadapinya, dan saya tahu teman-teman juga merasakan hal yang sama. Pagi-pagi sekitar pukul 6.00 WITA, kami dibangunkan untuk mengikuti ibadah bersama seluruh kontingen Jawa Timur. Sekaligus kami berdoa untuk PS Anak Jawa Timur yang akan berjuang siang ini. Mereka mendapat urutan tampil no. 17 .
Saya dan teman-teman PS Remaja dan PS Dewasa berencana datang untuk mensupport mereka setelah kami menyeslesaikan latihan kami masing-masing.
Saya selalu suka cara PS Anak Jatim bernyanyi. Soft but powerful. Itulah hal yang menurut saya membuat mereka berbeda dengan kontingen-kontingen dari daerah lainnya.

Pesparawi Nasional IX di Samarinda - 8 November 09

Hari ini hari Minggu. Dan pagi – pagi benar kami harus bangun, mempersiapkan diri kami untuk berangkat ke gereja. Agak sulit bagi saya untuk membuka mata sebab saya masih merasa capek karena latihan semalam. Tapi mau tak mau, schedule yang sudah ditetapkan harus tetap dilaksanakan.
Pukul 9.00 kami sampai di GBI Keluarga Imamat Rajani, yang terletak di kawasan Ruko Lembuswana dengan mengendarai bus milik gereja tersebut. Cukup besar untuk menampung segenap kontingen Jawa Timur. Teman-teman dari PS Dewasa turut mengisi ibadah tersebut dengan mempersembahkan 2 lagu pujian. Mereka sudah terdengar cukup siap dan matang dalam menghadapi kompetisi ini. Dan PS Remaja tidak boleh kalah.
Sebelum pulang ke hotel, seperti biasa terlebih dahulu kami melakukan ritual wajib yang tidak boleh dilewatkan, yaitu foto bersama. (^^,). Setelah itu kami kembali ke hotel dan bersiap untuk berlatih kembali. Semangat!

-insiden handphone rusak-
Handphone GSM saya, Nokia 6270, rusak sejak saya men-chargenya kemarin malam. Saya kebingungan dan tidak tahu pasti kenapa bisa rusak. Saya juga butuh HP untuk berkomunikasi dengan ibu dan –tentu saja- pacar saya. Saya juga tidak bisa menggunakan HP CDMA saya karena masih bernomor Surabaya, belum saya combo. Akhirnya malam itu juga setelah jam makan malam, saya memutuskan untuk keluar sendiri dari komplek Sempaja, mencari counter pulsa untuk membeli voucher perdana CDMA. Saya berharap lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel. Dan ternyata doa saya terkabul. Diseberang gapura komplek sudah terlihat counter penjual pulsa. Thank God!
Dan nomor 05413038600 itulah satu-satunya nomor saya yang bisa dihubugi selama 1minggu di Samarinda.

Pesparawi Nasional IX di Samarinda - 7 November 09

Sekitar pukul 9.00 para anggota kontingen Pesparawi Jawa Timur harus sudah berkumpul di International Airport Juanda. Tahun ini Jawa Timur mengikuti 5 kategori antara lain PS Dewasa, PS Remaja, PS Anak, Solo Remaja Putra dan Solo Remaja Putri. Jadi kontingen Jawa Timur yang berangkat berjumlah sekitar 140 orang (termasuk Official masing-masing Paduan Suara). Setelah kami berkumpul berdasarkan paduan suara kami masing-masing, tiket pesawat kami pun dibagikan. Saya mendapatkan seat 4C. Pesawat yang kami naiki, Mandala Airlines, terbang pada pukul 11.45. Sehingga kami harus menunggu sekitar 3 jam.
Perjalanan dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Sepinggan Balikpapan kurang lebih mencapai 1 jam 10 menit. Sesampainya di Bandara Sepinggan, kami disambut oleh pihak panitia Pesparawi Nasional . Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Samarinda dengan bis AC yang telah disediakan oleh panitia. Perjalanan yang kami tempuh kurang lebih sekitar 3 jam menuju Hotel Atlit di Bumi Sempaja, Samarinda, tempat kami menginap.
Hal yang membuat saya kagum dengan Pulau Kalimantan adalah hutannya yang terhampar dimana-mana. ^^,
Setelah masuk kota Samarinda kami disapa oleh bentangan sungai Mahakam yang sangat luas, dimana terdapat taman kota di tepiannya. Bagi saya Sungai Mahakam malah lebih menyerupai laut karena lebih luas dari ukuran sungai pada umumnya.
Beberapa menit kemudian, sampailah kami di Hotel Atlit. Hotel yang belum bisa saya bayangkan berapa besarnya, ternyata memang tidak bisa dibayangkan, karena didalamnya hampir menyerupai Tunjungan Plaza di Surabaya. Besar dan Luas. Ada 7 lantai dan tiap lantai kurang lebih ada 40 kamar. Ground floor yang digunakan sebagai ruang makan untuk para kontingen cukup luas. Kondisi kamar pun tidak buruk. Bersih dan sejuk. Cukup nyaman untuk dihuni selama 7 hari.
Saya tinggal di kamar 224 dengan seorang teman dari PS Remaja, 1 orang dari PS Dewasa, 1 orang Official PS Dewasa, dan 1 orang pendeta. Awalnya muncul ketidakterimaan dari saya dan Christy karena kami dipisah dengan teman-teman kami lainnya. Tapi kami berusaha menerima dengan pasrah segala keputusan yang telah dibuat. =(Hari pertama di Hotel atlit diisi dengan latihan sampai pukul 23.00 WITA. Kami memang harus lebih giat lagi berlatih selama disini untuk mendapatkan hasil yang TERbaik saat berlomba.

Apa itu PESPARAWI?

PESPARAWI itu singkatan dari Pesta Paduan Suara Gerejawi. Pesertanya berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan diadakan 3 tahun sekali. Pesparawi ini diselenggarakan oleh LPPN (). Tujuan utamanya adalah untuk menjalin persaudaraan antar saudara seiman di seluruh Indonesia. Jadi tidak semata-mata untuk merebut juara nasional saja. Dalam kompetisi ini ada beberapa kategori yang bisa diikuti, diantaranya : Paduan suara Dewasa Campuran, Paduan suara Pemuda & Remaja, Paduan suara Anak, Female Choir, Male Choir, Vocal Group, Solo Anak Putra/Putri, dan Solo Remaja Putra/Putri.

Kapan dan Dimana PESPARAWI tahun ini diadakan?
Pesparawi IX diadakan pada tanggal 8 – 14 November 2009 yang lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

Apakah kamu termasuk dalam anggota Paduan Suara Pesparawi di provinsimu?
Yap. Benar sekali. Saya termasuk dalam Tim Paduan Suara Remaja Jawa Timur. Semuanya berawal dari sebuah seleksi yang diselenggarakan oleh LPPD Jawa Timur. Saya mendengar berita tentang seleksi ini dari gereja saya. Awalnya saya kurang percaya diri untuk ikut serta dalam audisi. Tapi berkat dorongan dari orang-otang terdekat saya, maka saya pun berangkat menuju lokasi seleksi, yaitu GKI Emaus. Setelah melalui tahap yang menegangkan, akhirnya saya diterima sebagai anggota paduan suara Remaja Jawa Timur.

Berapa lama kamu mengikuti latihan Paduan Suara Pesparawi ini?
Kurang lebih 7 bulan sampai kami menginjakan kaki di Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan Aprilia W. T. , dari UK Petra sebagai pelatihnya.

Mau tahu kegiatan kami disana?
Lets check it out!

Rabu, 04 November 2009

They are special in my eyes

Bagi saya sebuah pertemanan itu mahal harganya. Ketika kamu telah memiliki teman yang merasa nyaman berada di dekatmu, pertahankan mereka. Tetaplah buat mereka bahagia berada di dekatmu.
Karena mereka juga adalah kebahagiaanmu..

attractive


cheerful



good listener


funny

and many others..

yang tidak bisa saya pasang satu per satu fotonya,

yang pasti I'd love you all guys..