Rabu, 23 Desember 2009

jalan -jalan ke pasar ikan

Hari yang menyenangkan..
Selain hari ini tanggal 23, hari ini juga saya menemani mas Dimas membeli ikan Arwana di Jl. Irian Barat. Yap, sebagai pengganti si Angel, ikan Arwana nya yang beberapa bulan yang lalu mati.
Sebenarnya saya sendiri bingung mengapa ada orang yang sangat tertarik dengan ikan Arwana. Padahal dibandingkan dengan ikan koki & ikan hias lainnya yang cantik & colorful, Arwana ini tidak begitu menarik bagi saya. Lalu apa yang membuat ikan ini menjadi idola dan berharga tinggi?
...
Ah,buat apa saya memikirkan itu. Yang penting saya ikut senang bisa menemani mas Dimas memilih ikan - ikan yang berenang di dalam plastik itu.
Setelah berkeliling mencari yang pas di mata, di kantong, dan di hati, akhirnya kami menemukan seekor ikan Arwana mungil dan cantik, yang panjangnya kira-kira baru 20cm, yang kami dapat dari hasil tawar-menawar yang tidak begitu susah.
Nama spesiesnya Red Banjar.
Kabarnya ikan ini bisa menjadi santapan lezat orang-orang Kalimantan. Tidak sebanding dengan harganya yang lumayan mahal.

Karena kami membeli ikan ini tepat pada anniversary hubungan kami yang memasuki bulan ke-8, maka secara istimewa juga mas Dimas memberikan hak kepada saya untuk memberi nama pada ikan tersebut..
Saya menamai dia April.