Senin, 19 Oktober 2009

I hope he's the LAST

Dulu aku sering menganggap bahwa cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya, seiring dengan berjalannya waktu. Tapi anggapan tersebut tidak terjadi dalam kehidupan cinta saya. Itu hanya omong kosong. Saya terlalu berharap cinta saya berbalas, tapi yang terjadi adalah Kekacauan dalam hubungan saya dan dia yang buyar beberapa bulan yang lalu. Hubungan yang-saya anggap-serius ternyata tidak demikian bagi mantan saya itu.


Saya tidak bisa merubah keadaan itu.
karena Cinta tidak dapat dipaksakan..


saya sempat takut untuk jatuh cinta lagi. Trauma - (itu adalah alasan klasik seorang wanita)
tapi saya sadar bahwa kehidupan saya terus berjalan ke depan, jadi saya tidak perlu berhenti terlalu lama hanya untuk menoleh ke belakang. ke masa lalu yang menyedihkan. yang hanya bisa membuat saya menangis.
Saya harus tetap pada misi saya. berlari sampai garis finish kehidupan.



Hingga suatu saat..



Berawal dari april mop yang dia hadiahkan buat saya, antara Jakarta-Surabaya..
Saya jadi tertarik pada dia, Laki-laki cuek dan dingin yang awalnya hanya saling tersenyum waktu berpapasan dgn saya..
Hingga akhirnya saya tahu namanya..
nama yang selalu membuat saya tersenyum ketika saya menyebutnya

Dimas Rahadiankusuma..

Tidak ada komentar: