Kami masih punya 1 tanggung jawab lagi. Yaitu panggung etnik. Kebetulan dari Jawa Timur yang mewakili adalah PS Remaja nya.Oleh karena itu semalam saya berusaha untuk tidak tidur larut malam walaupun lomba inti sudah selesai.
Pagi ini setelah ibadah pagi, kami hendak berlatih di gedung gereja GPPS Samarinda. Rencananya kami akan full latihan koreografi. Tapi tahukah apa yang terjadi setelah kami sampai di GPPS?
Kak Lia marah besar.
Awalnya kami tidak tahu apa yang menyebabkan Kak Lia, pelatih kami, gondok sehingga tidak memulai latihan. Tapi begitu ada satu orang yang berusaha meminta maaf atas kesalahannya, barulah kemarahan Kak Lia meledak. Ternyata perilaku sebagian anggota PS Remaja semalam yang membuat Kak Lia marah. Mereka belum tidur sampai larut pagi. Sekitar pukul 4.00 mereka masih berkeliaran di dalam hotel, seolah-olah tugas dan tanggung jawab sudah selesai. Dan tadi pagi ada yang tidak mengikuti ibadah pagi. Itu juga menjadi alasan kemarahan Kak Lia.
Tapi suasana semakin mencair setelah kami saling mengakui kesalahan dan saling meminta maaf, terutama pada Kak Lia. Kami sadar betapa pentingnya istirahat itu mengingat jadwal latihan yang semakin padat. Dan kami berjanji tidak mengulangi kebodohan yang sama.
In other place, PS Dewasa jawa Timur berlomba siang ini. Kami memang tidak bisa datang untuk mendukung karena kami masih berkonsentrasi untuk penampilan besok. Tapi kami tetap mendoakan performance mereka. Kami tahu mereka punya nilai lebih dibandingkan dengan kontingen-kontingen lainnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar