hehe.
Begini awalnya..
Saya dan dia sedang dalam taraf saling diam dan penuh emosi. Tapi tak lama kemudian saya benar-benar ingin mendinginkan kepala, berharap setiap masalah yang kami punya dapat diselesaikan dengan baik saat itu juga.
Saya berusaha untuk membuatnya tertawa dengan guyonan-guyonan saya yang almost tidak ada yang penting.
But I won. Dia menorehkan senyum diwajahnya, sebelum akhirnya dia tertawa..
^^,
....
Tak lama setelah kami bersenda gurau, kami merasa lapar tapi tak ada makanan yang tersaji di dapur saya. Dan akhirnya, dia berkata bahwa dia ingin membuat spaghetii. Untuk saya.
Kamipun berangkat untuk membeli bahan-bahannya di indomaret terdekat. Dia memang ahli dalam memasak. Sampai-sampai saya merasa tersaingi.
Memasak pun dimulai.
Dan saya hanya terdiam terpaku melihatnya cekatan dalam memasak..


thanks hunny..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar